twitter



“ POLISI TAMAN ”
Disuatu sore, ada dua anak sekolah yang berjalan-jalan di taman untuk melepas lelah.
C          : “Kamu nimum apa sih? Bagi-bagi dong!” (mengambil minuman B)
B          : “Gak usah maksa gitu. Ini, aku kasih.”
C          : “Hehehe, aku habisin ya?” (tersenyum lebar)
B          : “Terserah.” (pasrah)
Minuman B telah habis. Dengan cueknya C membuang kaleng miuman itu dan jatuh tepat di samping kakinya tetapi B tidak mengetahuinya.
B          : “Eh, aku punya pisang. Kamu mau?” (memberikan sebuah pisang)
C          : “Boleh. Kebetulan aku lapar.” (mengelus perut)
Mereka kembali melanjutkan jalan-jalan mereka. Disudut taman ada seorang tuna netra bernama A yang berjalan-jalan menggunakan tongkat. Tiba-tiba…
A          : “Astagfirullah, apa ini?” (mengambil benda yang membuatnya terjatuh)
A          : “Ternyata kaleng. Siapa yang tega membuang sampah disini. Bukannya banyak tempat sampah di tempat ini?” (berjalan kearah tempat sampah)
Dari jauh ada B sedang memperhatikan A.
B          : “Lihat orang itu, dia buta tetapi dia peduli.”
C          : “Apa maksudmu? Aku tidak mengerti.” ( terlihat bingung )
B          : “Kau ini bagaimana sih? ( terlihat kesal ) Orang buta itu saja mau peduli dengan lingkungan, kamu mau kalah sama dia?”
C          : “Ya enggak lah. Secara aku lebih sempurna dari dia. Masa aku kalah sama orang buta seperti dia?” ( berbicara sombong )
B          : “Jangan sombong begitu. Bukannya kamu yang membuang kaleng ditempat itu?” ( sambil menunjuk tempat A )
C          : ( terlihat gelisah ) “E-e-eng-enggak kok. Jangan asal nuduh dong!” ( terlihat marah )
B          : “Gak usah bohong. Aku lihat sendiri kok. Cepat minta maaf.”
C          : “Ogah. Cuma buang kaleng satu aja kamu udah berisik. Gak usah sok deh.”
B          : (menggelengkan kepala) “Kamu itu, sudah salah tidak mau minta maaf. Bagaimana kalau orang buta tadi terluka?”
C          : “Gak usah berlebihan.”
              Tanpa mereka berdua sadari, A mulai mendekati mereka.
B          : “Kam……”
A          : “Halo, aku dengar daritadi kalian seperti membicarakan aku yang buta. Ada apa ya?”
B          : “Maafkan kami. Bukan maksud kami membicarakanmu. Aku hanya menasehati temanku ini.” ( sambil menyenggol bahu C )
A          : “Memangnya temanmu itu kenapa?” ( terlihat bingung )
C          : “Aku gak….”
B          : ( memotong ucapan C ) “Dia buang sampah sembarangan.”
A          : “Itu tidak baik.”
C          : “Cerewet. Memang kamu siapa? Polisi?”
A          : “Ya, aku polisi.”
A bertingkah seperti seorang polisi. Dia berjalan memutari C, seolah-olah C adalah seorang penjahat.
A          : “Kamu melakukan kejahatan yang besar Nak.” ( bersuara laki-laki )
B          : “Kejahatan besar apa yang teman hamba lakukan Pak Polisi?”
A          : “Temanmu membuang sampah sembarangan yang menyebabkan sesorang tuna netra terjatuh.”
C          : “Hei, buta! Darimana kamu tau aku yang membuangnya? Jangan menuduhku!” (terlihat marah)
A          : “Si buta itu memberitahuku. Dia mendengar perbicaraan kalian berdua. Sebaiknya kau mengaku anak muda atau hukumanmu akan semakin berat.”
B          : “Memangnya Tuan akan memberi teman hamba hukuman apa?”
A          : “Temanmu ini harus memastikan taman ini bersih tanpa sampah hingga taman ini tutup, jika saat aku memeriksa masih ada sampah dia harus melakukannya lagi sampai seminggu.” ( bernada menakut-nakuti )
C          : “Kau ini buta! Sadari itu!”
A          : “Enak saja, aku tidak buta. Yang buta itu yang melapor kepadaku tadi. Ini tangan yang menyebabkan orang lain terluka.” ( memegang tangan C )
B          : “Sudahlah kawanku yang baik, lakukan hukumanmu. Jangan membantah.”
C          : “Aku muak dengan kalian!”
C berjalan menjauh. Tanpa dia sadari ada kulit pisang didepannya. Dia pun terpeleset.
C          : “Siapa yang membuang kulit pisang disini?” (  terlihat sangat marah )
B          : “Bukannya itu kulit pisang yang kau buang tadi?” ( berteriak dari jauh, C tertunduk malu )
C          : ( ekspresi kesal ) Baiklah Pak Polisi, hamba menerima hukuman hamba.”
A dan B : “Bagus anak muda. Hahahaha…” ( tertawa terbahak-bahak )

Cuap-Cuap :

Teks Drama ini untuk 4 orang. Yang satu jadi narrator, yang 3 main. Tokohnya diisi sendiri ya! Semoga bermanfaat! Jangan lupa meninggalkan jejak! :)

8 komentar:

  1. good :)

  1. Nice (y)

  1. terimakasih :)

  1. makasih

  1. Makasiiiiih :3

  1. Bagus dan kreatif^^
    Sangat membantu, terimakasih👌👍😉😊

  1. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
  1. Ijin ambil ya buat tugas sekokah saya
    Semoga bermanfaat. Terima kasih banyak
    Semoga blog ny makin ramai

Posting Komentar