Ibarat kerikil kecil yang ada di tengah jalan. Kalian berdua melewatinya dan tak sengaja kakimu tersandung olehnya.
Sejenak kau menatap kerikil itu dengan pandangan benci. Kau memungutnya dan mulai memperhatikannya. Tanpa sadar pandanganmu hanya tertuju padanya.
Dia yang tanpa sadar tetap berjalan mulai sadar bahwa tak ada sosokmu disebelahnya. Dia menoleh dan mendapatimu memusatkan perhatian pada kerikil itu. Dia kesal. Dia berbalik dan menarikmu. Kesadaranmu sepenuhnya kembali. Kau kembali berjalan dan membuang kerikil yang sudah kau genggam. Karenamu, kerikil itu tidak lagi berada di tempatnya.
