twitter




Kau menemani diri yang tengah rapuh. Seorang insan yang berharap sayap malaikat melingkupinya. Candu sosokmu tak terelak lagi. Hatiku kosong dan kau hadir tuk memberi arti. Namun kau hanyalah bayang semu, begitu pula laku dan lengkung bibirmu. Perhatian semu pun tak luput tampak darimu. Apa tujuanmu? Apakah membiarkan diri lara termasuk dalam skala prioritasmu? Jangan menyeretku lebih dalam lagi. Karena kau masih semu, sekalipun untuk insan rapuh sepertiku.

0 komentar:

Posting Komentar